Penemu Balon Udara Zeppelin




Zeppelin bukanlah seorang ilmuwan. Beliau adalah seorang insinyur teknik yang handal. Ia berhasil membuat balon udara yang bisa di kemudikan pada tahun 1900, yaitu saat berusia 62 tahun.

Sejak usia 20 tahun, Zeppelin telah menjadi anggota pasukan berkuda di Jerman. Namun, ia juga sangat suka akan balon udara. Beberapa tahun kemudian, dia mencoba membuat sebuah balon udara. Meski balon udara tersebut mampu mengangkasa, namun masih belum dapat dikemudikan.

Sepajang hidupnya, Zeppelin mengabdi pada militer. Zeppelin pensiun dari dunia militer saat berusia 53 tahun, dengan pangkat terakhir letnan jendral. Sejak saat itu dia mengabdikan hidupnya untuk membuat balon udara yang bisa dikemudikan. Alhasil, setelah sembilan tahun, dia berhasil membuat balon udara pertama yang bisa dikemudikan.

Balon udara yang selesai dibuat pada 3 Juli 1900 tersebut, terbuat dari kain lien berkerangka aluminium dan berisi hampir 10000 meter kubik gas hidrogen. Kapal udara berbentuk cerutu raksasa itu memiliki panjang 128 meter, dengan garis tengah 12 meter. Balon udara itu digerakkan oleh dua mesin berbaling-baling empat. Dikemudian hari, kapal udara tersebut disebut sebagai pesawat Zeppelin.

Sepanjang Perang Dunia I, Zeppelin membuat sekitar 100 balon udara, yang digunakan Jerman untuk mengebom Inggris. Zeppelin akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 8 Maret 1917, dalam usia 79 tahun. Atas jasa-jasanya, pemerintah Jerman menganugerahkan gelar kebangsawanan Graf di depan namanya.