Mitos : Ukuran Mr. P lebih besar, seks lebih nikmat.
Fakta : Kepuasan seks tidak terletak dari ukuran Mr P. Selama Mr P dapat mengeksplorasi daerah G spot di dalam Mrs V saat berhubungan, maka kemungkinan untuk mendapatkan orgasme lebih besar.


Mitos : Makan kambing, tangkur buaya, membuat pria lebih perkasa.
Fakta : Tidak benar. Akan tetapi jika orang yang bersangkutan merasa yakin akan perkasa setelah mengkonsumsinya, maka ada semacam expectancy effect akan keberhasilannya. Sehingga sebagian ada yang merasa sangat tertolong masalah seksualnya dengan mengkonsumsi makanan-makanan tersebut.

Mitos : Wanita yang masih perawan, harus berdarah pada malam pertama.
Fakta : Seorang wanita dikatakan sudah tidak perawan, apabila selaput daranya robek dikarenakan masuknya penis ke dalam liang vaginanya, dengan atau tanpa perdarahan.


Jadi jika tidak berdarah pada malam pertama, belum tentu ia sudah tidak perawan, karena selaput dara itu sifatnya sangat elastis. Sama halnya dengan wanita yang selaput daranya robek bukan karena masuknya Mr. P ke dalam liang Mrs V (misalnya karena kecelakaaan atau olahraga tertentu), maka itu tidak dikategorikan sebagai tidak perawan.

Mitos: Wanita bisa perawan kembali setelah lama tidak berhubungan seks.
Fakta : Itu salah besar! Karena sekali wanita tidak perawan, selamanya dia sudah tidak perawan.

Mitos : Makan nenas dan terong membuat Mrs V 'becek'
Fakta : Tidak benar, karena buah nenas dan terong tidak akan menjadikan bertambahnya cairan lubrican karena tidak mengandung hormon testosteron.

Mitos : Jumlah sperma yang kental dan banyak berpotensi besar mempunyai kehamilan atau subur.
Fakta : Subur atau tidaknya bukan berdasarkan jumlah sperma yang banyak maupun kental, melainkan kadar air maninya lebih 20 juta per-cc atau 40 juta (setiap ejakulasi) dan pergerakannya sekitar 0,8-1,6 detik per 0,05 mm yang bisa membuahi sel telur.

Mitos : Badan bungkuk nafsu seksnya besar
Fakta : Tidak benar! Daya seks yang besar bukan berdasarkan bentuk badan seseorang melainkan tergantung hormon yang dimilikinya yakni testosteronnya tinggi atau tidak? Jika hormon testosteronnya dalam jumlah yang besar maka daya seksnya juga besar.

Mitos : Wanita berkumis tipis, libido seksnya tinggi.
Fakta : Ada benarnya, karena pada wanita yang berkumis memiliki hormon androgen yakni testosteron yang tinggi sehingga memudahkan lubricasi pada Mrs V sehingga wanita ini memiliki libido seks yang tinggi.

Mitos : Lelaki etnis tertentu (Arab, Afrika, Barat) memiliki ukuran Mr P yang besar.
Fakta : Lelaki dengan ras atau etnis tertentu memang memiliki ukuran Mr P yang besar dibandingkan dengan lelaki Asia, hal ini dikarenakan faktor gen maupun hormon yang mereka miliki lebih besar daripada lelaki Asia.

Mitos : Mrs V yang 'peret' Makin enak
Fakta : Tidak benar! Jika Mrs V peret akibat menggunakan obat-obatan yang membuat cairan lubricant berkurang, justru mengakibatkan wanita mengalami rasa nyeri maupun sakit saat penetrasi.

Mitos : Menelan atau meminum sperma membuat awet muda.
Fakta : Tidak benar! Sebab sperma yang berkualitas sangat tergantung pola kehidupan dan gizi juga kebersihan pribadi lelaki. Jadi tidak semua sperma itu baik atau memiliki protein yang tinggi. Belum ada bukti kebenaran minum sperma membuat seseorang awet muda.

Mitos : HIV/AIDS hanya menular di kalangan homoseksual dan pekerja seks komersial.
Fakta : Siapa bilang? Siapapun bisa tertular HIV/AIDS. Virus ini menular lewat hubungan intim yang tidak menggunakan kondom, transfusi darah, air mani, dan ASI.

Mitos : Wanita tidak akan hamil saat pertama kali berhubungan seks.
Fakta : Selama wanita itu dalam masa kesuburan, saat pertama kali berhubungan seks juga bisa hamil.

Mitos : Wanita yang belum menstruasi tidak mungkin bisa hamil.
Fakta : Dua minggu sebelum menstruasi pertama, wanita sudah berada dalam masa subur dan bisa hamil jika mengalami pembuahan.

Mitos : Cara aborsi yang aman adalah minum obat pelancar haid, memakai celana sangat ketat, dan makan buah nenas.
Fakta : Semua aborsi itu tidak ada yang aman, apalagi tanpa pengawasan dokter. Bisa-bisa malah mengakibatkan infeksi.

Mitos : Aborsi bisa menyebabkan kanker payudara.
Fakta : Menurut National Breast Cancer Coalition di AS, aborsi sama sekali tidak berpengaruh terhadap kanker payudara